Personil Administrasi Perkantoran


BAB I

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Setiap manusia yang hidup tidak pernah lepas keterkaitan dirinya dengan suatu organisasi, baik disadari maupun tidak. Hal itu identik dengan keterkaitan antara manusia yang satu dengan yang lainnya, dimana keterkaitan tersebut ditunjukkan dengan adanya saling membutuhkan karena keterbatasan (kekurangan) sesuatu yang dimiliki menjadi kebutuhannya dan ternyata dapat dipenuhi oleh kelebihan sesuatu yang dimiliki oleh manusia yang lainnya, sehingga terjadilah suatu kerjasama untuk mencapai tujuan tersebut dengan membentuk suatu kumpulan (organisasi)  dari organisasi yang kecil sampai organisasi yang besar.Dengan demikian, sangatlah penting bagi seorang manusia yang sengaja ingin membentuk, mengenal dan mengelola serta mengembangkan organisasi, untuk mengetahui teori-teori yang berkaitan dengan masalah organisasi tersebut.
Organisasi adalah suatu wadah atau suatu bentuk perserikatan atau kerjasama antar manusia dengan pembagian kerja atau fungsi untuk mencapai tujuan bersama. Berbicara mengenai organisasi tentu juga berhubungan kaitannya dengan anggota-anggota atau personil-personil yang berada di dalam suatu organisasi tersebut. Tidak luput pula adaministrasi yang selalu menjadi peranan penting dalam suatuorganisasi, baik organisasi formal maupun non-formal. Dalam dunia kerja, pengadaan personil itu adalah hal yang wajib dilakukan, karena ketika sudah adanya masa akhir kerja ataupun mutasi, maka diperlukan pegawai untuk menggantikan pekerjaan yang kosong tesebut. Setiap kantor ataupun lembaga pendidikan pasti memiliki standar kerja yang diharapkan, dengan tujuan agar pekerjaan yang dilakukan dapat terlaksana dengan baik.[1]
Setiap personil yang berada di dalam suatu organisasi tentunya memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Para personil tersebut tentunya telah memiliki kemampuan yang sesuai dengan posisinya dalam organisasi tersebut, dan tidak sedikit dari organisasi-organisasi yang besar berupaya untuk selalu meningkatkan kemampuan setiap individu yang berada di dalamnya.
Sedangkan manajemen yang berada di dalam suatu organisasi telah banyak macamnya dan telah berkembang pula sesuaidengan kebutuhan zaman yang terus meningkat. Hal ini kemudian menumbuhkan teori-teori baru yang berhubungan dengan manajemen yang digunakan untuk mempercepat suatu pencapaian tujuan.

B.     Rumusan Masalah

1.   Apakah pengertian personil kantor?
2.   Apa saja macam-macam personil kantor?
3.   Apakah tugas dan tanggung jawab personil kantor?
4.   Bagaimana tahapan-tahapan pengadaan personil?
5.   Apa saja syarat-syarat personil kantor?
6.   Bagaimana mutasi dan pemberhentian personil kantor?

C.    Tujuan

1.   Mengethaui pengertian personil kantor.
2.   Mengethaui macam-macam personil kantor.
3.   Mengethaui tugas dan tanggung jawab personil kantor.
4.   Mengethaui tahapan-tahapan pengadaan personil.
5.   Mengethaui syarat-syarat personil kantor.
6.   Mengethaui mutasi dan pemberhentian personil kantor.




BAB II

PEMBAHASAN

1.       Pengertian personil kantor
Berbicara mengenai perkantoran berarti menyinggung organisasi, karena kantor atau perkantoran termasuk kedalam lingkup pembahasan dari organisasi itu sendiri. Istilahorganisasi berasal dari bahasaInggris, yakni “organization” yang artinya “hal yang mengatur” dan kata kerjanya “organizing” yaitu mengatur atau menyusun.[2]
Kantor adalah setiap tempat yang biasanya dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan tatausaha (pekerjaan kantor, pekerjaan tulis menulis), dengan nama apapun juga tempat tersebut mungkin diberikan.[3]Sedangkan kepegawaian adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengusahaan tenaga kerja, penempatan, latihan, kenaikan pangkat, dan pengeluaran (pemberhentian) mereka. Dalam sebuah kantor maka akan terdapat anggota ataupun personil-personil yang memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.
Personil kantor adalah orang-orang atau karyawan mapun pegawai yang menjalankan serta melayani pekerjaan-pekerjaan dalam suatu organisasi atau kantor pemerintah maupun swasta untuk mencapai suatu tujuan tertentu, dengan mendapatkan imbalan jasa berupa gaji dan tunjangan. Seorang personil kantor harus memiliki kepribadian dan kemampuan kerja di bidang keahliannya.
2.       Macam-macam personil kantor
Sebuah organisasi yang di dalamnya sebuah kantor, terdapat setiap anggota, atau personil yang memiliki perannya masing-masing. Setiap personil berperan penting dalam kemajuan kantor itu sendiri, sehingga apabila setiap personil melaksanakan tugasnya dengan sebaik mungkin, maka hal tersebut dapat menjadi dampak positif bagi organisasi dan kantor yang bersangkutan. Adapun macam-macam personil kantor sebagai berikut.:


1)      Administrator
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, administrator adalah direktur perusahaan, pengurus, penatausaha, pengusaha atau pembesar setempat, serta orang yang mempunyai kemampuan memerintah yang sangat baik.
Sedang kan pengertian dari administrator itu sendiri ialah orang yang menentukan garis-garis besar kebijakan dan tujuan yang hurus dijalankan oleh kantor sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.[4]
2)      Manajer
Kata manajer di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah orang yang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin dan mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu.Manajer adalah orang yang melakukan kegiatan manajemen. Lebih lengkap lagi manajer adalah individu yang bertanggung jawab secara langsung untuk memastikan kegiatan dalam sebuah organisasi dijalankan bersama para anggota dalam organisasi.[5]
3)      Staf atau Pegawai Pekerja
Kata staf di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti orang atau sekelompok orang yang bekerja sama untuk membantu ketua dalam mengelola sesuatu, dan juga dalam arti yang lain yakni bagian dari organisasi yang tidak mempunyai hak memberikan perintah, tetapi memiliki hak untuk membantu pimpinan, memberikan nasihat dan sebagainya.
Adapun beberapa tugas dari staf, yang diantaranya:
a.       Penelitian
b.      Analisisfaktadaninformasi
c.       Interpretasi
d.      Rekomendasitermasukperencanaan
e.       Pengontrolan
f.       Koordinasi
g.      Pelayanan
h.      Nasihat
Disamping itu dikenal adanya “completed staff work” atau “kerja staf lengkap”, yaitu staf yang bertugas memberikan nasihat kepada pimpinan secara lengkap, matang, dan obyektif sehingga pimpinan tinggal menerima dan menolak.[6]
4)      Karyawan
Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, makna karyawan adalah orang yang bekerja pada suatu lembaga (kantor, perusahaan, lembaga pendidikan, dan sebagainya) dengan mendapat gaji (upah), pegawai, pekerja.
Dari makna sebelumnya maka dapat diambil pengertian secara garis besar mengenai karyawan, yakni orang yang bekerja secara langsung berdasarkan petunjuk dari pimpinan, manajer, dan sebagainya.

3.    Tugas dan tanggung jawab personil kantor
Jenis dan besarnya suatu organisasi sangat menentukan tugas dan tanggung jawab personel kantor yang bersangkutan. Dalam sebuah organisasi kecil bias jadi seluruh pekerjaan kantor diserahkan kepada satu sekretaris saja, sehingga ia mengerjakan berbagai macam tugas mengetik surat, mengarsip surat, mencatat pemasukan dan pengeluaran, membuat laporan, membayar gaji karyawan, menerima tamu, dan sebaginnya. Sebaliknya, dalam sebuah organisasi yang besar mungkin pekerjaan kantor dibagi-bagi ke dalam unit-unit tersendiri dengan tim personel masing-masing yang dimiliki tugas dan tanggung jawab berbeda-beda pula. Namun, berdasarkan cakupan pekerjaan kantor yang umum.
Dibawah ini dijelaskan beberapa tugas dan tanggung jawab dari setiap personil kantor berdasarkan kedudukan atau tingkatan jabatannya[7]:
1)       Top  Manager  (manajer umum,  administrator, kepala kantor,  dan sebagainya), tugas dan tanggungjawabnya antara lain :
a.       Menentukan  seluruh  perencanaan,  menerangkan  tujuan  yang akan dicapai, dan memberikan gambaran tentang kebutuhan dari kantor;
b.      Menempatkan  orang  yang  cakap  dalam  kedudukan  tertentu dengan memberikan upah yang layak sesuai dengan hasil kerja yang dicapai;
c.       Melaksanakan pengawasan, menyerahkan tanggungjawab, dan kekuasaan kepada bawahan;
d.      Memelihara dan mengembangkan organisasi secara tepat;
e.       Memelihara dan mengembangkan sistem manajemen yang tepat;
f.       Menguasai  dan  menghayati  tugas  pokok  dari  badan  usaha (organisasi).
2)      Middle    Manager    (manager,    kepala    direktorat,    kabag,    dan sebagainya), tugas dan tanggung jawabnya antara lain :
a.       Menterjemahkan tujuan dari kebijaksanaan menjadi rencana kerja serta mengamati apa rencana tersebut telah dilaksanakan;
b.      Melakukan pembagian tugas kepada tingkat atau jabatan yang paling bawah;
c.       Menentukan prosedur khusus bagi tiap-tiap tugas;
d.      Menentukan batas waktu bagi pelaksanaan pekerjaan; 
e.       Menentukan alat-alat pengawasan yang sesuai.
3)      Lower   Manager   (Kasubag,   Kasi,   Supervisor,   Mandor,   dan sebagainya), tugas dan tanggung jawabnya antara lain :
a.       Memimpin pelaksanaan kerja;
b.      Memberikan petunjuk, bimbingan dan pegendalian kerja secara terus-menerus kepada bawahannya;
c.       Sebagai perantara antara manajer puncak dengan para pekerja (worker).
4)      Worker (pekerja), tugas dan tanggung jawabnya antara lain :
a.       Bertanggung jawab langsung terhadap hasil dan mutu pekerjaan;
b.      Menjaga kualitas dari produk pekerjaan yang dihasilkan.
4.       Tahapan-tahapan pengadaan personil
      Penyedian staff yang memadai untuk melakukan kerja harus dijalankan, sekarang dan pada masa yang akan datang, merupakan fungsi vital manajemen. Proses pengangkatan staf dimulai dengan pertimbangan mengenai kerja yang harus dilakukan. Ini harus dibagi secara adil sebagai pekerjaan, yang masing-masingnya cocok untuk orang dengan keahlian dan kemampuan yang sudah didefinisikan. Pekerjaan yang telah diciptakan tersebut harus diorganisir berdasarkan kelompok dan bagian untuk memungkinkan penyediaan dan pengendalian. Dengan begitu orang yang akan memasuki dunia kerja harus diseleksi untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Dengan adanya pengadaan personil dalam suatu organisasi ataupun lembaga, maka akan didapatkan pegawai yang sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan sesuai dengan keahlian yang dimiliki.
      Penulis mengemukakan dengan zaman yang semakin maju dan teknologipun semakin berkembang dengan pesat, adanya pengadaan personil yang sesuai dengan lriteria yang telah ditentukan oleh suatu organisasi ataupun kantor hingga suatu lembapa pendidikan, maka tugas yang menjadi kewajiban dalam pelaksanaannya nanti ketika sudah masuk dalam lingkungan kerja akan terlaksana dengan baik, walaupun menemui suatu masalah atau gunjangan,setidaknya dapat segera diperbaiki dan tidak menggunakan waktu yang lama dalam memperbaiki, karena sudah tepat dengan dasar kemampuan yang dimiliki personalia itu. 
      Adapun tahapan-tahapan dalam pengadaan personil disuatu lembaga ataupun kantor adalah sebagai berikut:
1)      Analisis Kerja
Pengangkatan staff berasal dari kerja yang harus dijalankan dan langkah pertama dengan demikian harus berupa penetapan kerja. Kerja dapat dianalisis dalam berbagai derajat rincian dan istilah-istilah berikut ini umumnya digunakan:
a.       Pekerjaan
Kerja yang diserahkan kepada seseorang.
b.      Tugas
Bagian dari pekerjaan yang mempunyai awal serta akhir yang dapat dikenali dengan mudah dan memberikan sumbangan besar pada pekerjaan itu atau sistem dimana ia merupakan bagian. Contohnya adalah pengetikan surat dari dikte yang direkam sebagai bagian dari pekerjaan juru ketik, atau pentiapan kartu pencatat jam sebagai bagian dari pekerjaan pegawai pengurus upah.
c.       Operasi
Bagian dari tugas yang memerlukan sekelompok pergerakan yang dapat dibedakan, mislanya, menyetel dan mengumpankan kertas ke dalam mesin tik seperti dibedakan dengan operasi pengetikan.
d.      Element
Bagian dari operasi yang merupakan aksi terkecil yang dapat dibedakan dan amsih berguna, misalnya mengambil sehelai kertas dan meletakkannya diatas meja.[8]
Dari kutipan buku diatas, penulis mengemukakan, bahwasanya dalam analisis kerja, tidak hanya pada satu fokus yang dianalisis, namun anatar pekerjaan, rugas, operasi hingga lapisan terkecilnya yaitu elemen pada suatu organisasi ataupun kantor tersebut harus dipersiapkan dengan baik dan benar. Agar didapatkan perencaan pengadaan personalia yang sesuai dengan tujuan.
Element dan operasi sangat penting dalam studi tentang metode. Dalam pengangkatan staf, kita tidak perlu masuk hingga rincian seperti itu, cukup apabila kita menentukan dan merekam:
a.       Tugas-tugas utama,
b.      Volume kerja yang diekspresikan dalam unit yang sesuai, misalnya formulir yang ditangani, surat yang diketik, dan sebagainya,
c.       Estimasi kasar dari waktu keseluruhan yang diperlukan untuk setiap tugas setiap minggu atau periode lain yang sesuai.
Dalam menganalisis kerja tulis menulis, tugas-tugas utama kerap didapatkan dikelilingi oleh tugas kecil seperti menjawab telepon dan mengajukan penanganan pertanyaan dari pelanggan, pensuplai atau manajemen. Sulit atau boleh dikatakan tidak mungkin, untuk mendefinisikan secara persis tugas incidental yang mungkin bervariasi dari hari ke hari. Oleh karena itu, tugas tersebut paling baik dikelompokkan di bawah judul umum dan volumenya diestimasikan dengan pengertian waktu yang digunakan.[9]
2)      Perekrutan (Recruitment)
Adalah suatu proses usaha untuk mencari dan memepengaruhi tenaga kerja agar mau melamar untuk lowongan kerja yang ada dalam suatu perusahaan atau instansi, baik instansi swasta maupun pemerintah. Recruitment harus berpedoman pada spesifikasi pekerjaan yang telah ditentukan untuk mengisi jabatan tesebut. Spesifikasi pekerjaan harus diuraikan dengan jelas, sehingga pelamar menetahui kualifikasi apa yang dibutuhkan untuk mengisi lowongan kerja tersebut. Missal tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, dan kemampuan yang dimiliki.
3)      Seleksi
Proses seleksi tampak sederhana dalam teori. Seleksi termasuk dalam suatu manajemen menetapkan serangkaian tahap yang harus dilalui pelamar. Proses ini disusun dengan memeprhatikan persyaratan-persyaratan jabatan yang telah ditetapkan. Kemudian manajer memeriksa prestasi para pelamar diwaktu yang lalu dan kepribadian yang paling memenuhi persyaratan suatu jabatan. Dalam praktek seleksi sebenarnya tidak sesederhana itu, seleksi lebih rumit daripada yang kita bayangkan.
Departemen personalia dapat menggunakan berbagai prosedur seleksi untuk membandingkan pelamar dengan spesifikasi jabatan. Seperti langkah-langkah sebagai berikut:
a.       Penerimaan pendahuluan pelamar
b.      Tes-tes penerimaan
c.       Wawancara seleksi
d.      Pemeriksaaan referensi-referensi
e.       Evaluasi medis (Tes kesehatan)
f.       Wawancara oleh penyelia
g.      Keputusan penerimaan.[10]
Yang prosedur seleksi yang biasa digunakan paling tidak terdapat tujuh langkah. Bagi pelamar yang berasal dari suplai internal, kadang-kadang tidak perlu melalui ebberapa langkah, seperti penerimaan pendahuluan, pemeriksaan referensi atau evaluasi medis. Namun bagi pelamar eksternal tujuh langkah dari prosedur ini sudah pelaksaan seleksi secara umum.
4)      Orientasi
Para karyawan baru biasanya telah mempunyai kecakapan dan keterampilan dasar yang dibutuhkan. Mereka adalah produk dari suatu sistem pendidikan dan mempunyai pengalaman yang diperoleh dari organisasi lain. Tidak jarang pula para karyawan baru yang diterima tidak mempunyai kemmapuan secara penuh untuk melaksanakan tuga-tugas pekerjaan mereka. Bahkan para kryawan yang sudah berpengalamanpun perlu be;ajar dan menyesuaikan dengan organisasi, orang-orangnya, kebijakannya dan prosedur-prosedurnya. Mereka juga mungkin mememrlukan latihan dan pengembangan lebih untuk melaksanakan tugas secara sukses. Ada dua tujuan program latihan dan pengembangan karyawan.
a.       Latihan dan pengembangan dilakukan untuk menutup “gap” anatara kecakapan atau kemmapuan keryawan dengan permintaan jabatan.
b.      Program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran-sasarna kerja yang telah ditetapkan.[11]
5)      Penempatan
Proses terkahir dari suatu pengaadan personil di kantor ataupun lembaga pendidikan yaitu mengenai penempatan kerja (Formasi pegawai), dalam hal ini pekerja yang sudah resmi diterima disuatu kantor atapun lembaga pendidikan akan di tempatkan sesuai dengan kemammpaun yang dimiliki, agar tugas-tugas yang telah diberikan dapat terlaksana dengan baik. Dalam formasi pegawai ini, telah didapatkan data dari tahap-tahap pertama perekrutan hingga orientasi yang telah dilaksanakan oleh pegawai baru, dengan begitu penempatan kerja akan lebih terlaksana dengan baik.
5.       Syarat-syarat personil kantor
Seorang personil kantor yang baik, tentunya telah memenuhi persyaratan kepribadian yang perlu dimiliki personil kantor. Sebelum kita membahas hal tersebut, sebaiknya kita bahas sedikit mengenai personil kantor.
Personil kantor adalah orang-orang atau karyawan/pegawai yang menjalankan atau melayani pekerjaan-pekerjaan dalam suatu organisasi/kantor pemerintah atau swasta untuk mencapai suatu tujuan tertentu, dengan mendapat imbalan jasa berupa gaji dan tunjangan. Seorang personil kantor harus memiliki kepribadian dan kemampuan kerja di bidang keahliannya.
Pada dasarnya, ada beberapa persyaratan untuk seorang personil kantor, yaitu :
1.      Persyaratan pengetahuan yang biasanya masih diukur dari tingkat pendidikan calon pekerja.
2.      Persyaratan ketrampilan. Seorang personil kantor dinyatakan terampil bekerja apabila karyawan administrasi telah mampu dengan baik melaksanakan tugas-tugas pelayanan yang mencakup enam kegiatan yaitu menghimpun, mencatat, mengolah, menggandakan, mengirim dan menyimpan.
3.      Persyaratan kepribadian
Syarat kepribadian yang diperlukan oleh seorang personil kantor adalah sebagai berikut:
1.      Loyalitas yaitu kesetiaan terhadap perusahaan dan pekerjaannya
2.      Tekun dan rajin yaitu setiap melaksanakan pekerjaan selalu dikerjakan dengan sungguh-sungguh, cermat dan teliti.
3.      Kesabaran yaitu teliti, ulet dan tidak cepat putus asa dalam melaksanakan pekerjaan
4.      Kerapian yaitu setiap pekerjaan dilakukan dengan baik, rapid an tidak berantakan. Dapat pula diartikan sebagai rapi dalam berpakaian, santun dalam bersikap.
5.      Dapat menyimpan rahasia.[12]
6.       Mutasi dan pemberhentian personil kantor
1)      Mutasi Personil Kantor
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mutasi adalah pemindahan karyawan dari jabatan ke jabatan lain. Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa mutasi merupakan proses pemindahan posisi/jabatan/tempat/pekerjaan seorang karyawan, baik secara horizontal maupun secara vertikal dalam sebuah organisasi.
a.       Mutasi atas keinginan perusahaan
Alasan mutasi yang dilakukan atas keinginan perusahaan, antara lain:
(1)         Perusahaan tengah melakukan upaya untuk menjamin kelangsungan pekerjaan karyawan tersebut dan ingin menunjukkan kepada karyawan tersebut bahwa mutasi bukan bentuk hukuman bagi karyawan yang bersangkutan.
(2)         Perusahaan ingin meyakinkan, bahwa karyawan tersebut tidak akan diberhentikan apabila kurang cakap atau tidak mampu bekerja.
(3)         Mutasi dilakukan untuk penyegaran suasana tempat kerja, menghindari rasa jenuh karyawan pada pekerjaan dan jabatan yang itu-itu saja.
b.      Mutasi atas keinginan pegawai sendiri
Alasan mutasi yang dilakukan atas keinginan pegawai sendiri, antara lain:
(1)         Karyawan merasa sudah tidak sesuai lagi dengan bidang tugas dan jabatannya.
(2)         Karyawan merasa bahwa tempat/lingkungan kerja sudah tidak dengan keinginan dan kondisi fisiknya.
(3)         Karyawan yang bersangkutan merasa tidak bisa bekerja sama lagi dengan teman sekerjanya atau bahkan dengan atasannya.
A.    Cara Mutasi
Mutasi dalam suatu organisasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara hotizontal (rotasi kerja/mutasi biasa) dan secara vertikal (promosi dan demosi).
(a)    Horizontal (rotasi kerja/mutasi biasa)
Rotasi kerja/mutasi biasa adalah pemindahan karyawan dari satu posisi/jabatan/tempat/pekerjaan ke posisi/jabatan/pekerjaan yang lain yang setara tanpa diikuti dengan kenaikan atau penurunan jabatan.
(b)   Vertikal (promosi dan emosi)
Promosi adalah pemindahan karyawan dari satu jabatan ke jabatan yang lebih tinggi disertai dengan wewenang, dan tanggung jawab yang lebih besar.
Demosi adalah pemindahan karyawan dari satu jabatan ke jabatan lain yang lebih rendah dalam suatu organisasi, sehingga wewenang, tanggung jawab, pendapat dan statusnya pun lebih rendah.[13]
B.     Pemberhentian Personil Kantor
Pemberhentian atau pemutusan hubungan kerja berarti berakhirnya ikatan antara karyawan dengan perusahaan. Artinya tidak adanya hak dan kewajiban antara kedua belah pihak, kecuali kalau perusahaan menerapkan kebijakan pensiun dan dana hari tua atau asuransi hari tua atas karyawannya.
Ada beberapa penyebab terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK), yaitu karena hal berikut:
(a)    Pemberhentian atas kehendak perusahaan, karena karyawan yang bersangkutan melakukan kesalahan yang fatal terhadap perusahaan.
(b)   Pemberjentian dilakukan perusahaan dalam rangka melaksanakan pengurangan perusahaan karena perusahaan mengalami kerugian terus menerus
(c)    Pemberhentian karena permintaan karyawan sendiri
(d)   Pemberhentian karena sudah mencapai usia lanjut
(e)    Pemberhentian karena sakit, sehingga tidak dapat bekerja dan menyelesaikan tugasnya
(f)    Pemberhentian karena tidak cakap rohani dan jasmaninya
(g)   Pemberhentian karena melakukan pelanggaran peraturan disiplin karyawan
(h)   Pemberhentian karena meninggal dunia
(i)     Pemberhentian karena terkena wajib militer
(j)     Pemberhentian karena tersangkut partai terlarang
Pemutusan hubungan kerja atas inisiatif karyawan sendiri dapat terjadi karena berbagai alasan yang mendukung. Pemberhentian dengan permintaan sendiri harus membuat permohonan tertulis yang mencantumkan alasan-alasan mengapa karyawan mengajukan pemberhentian. Surat permohonan mengundurkan diri tersebut ditujukan kepada organisasi melalui unit kepegawaian.
Tingkat pemberhentian dari pihak perusahaan ada dua macam, yaitu sebagai berikut:
(a)    Pemberhentian dengan hormat. Misalnya karena karyawan mencapai usia pensiun
(b)   Pemberhentian tidak hormat. Misalnya karena karyawan melakukan kesalahan yang fatal dalam melakukan tugas. Pemberhentian ini juga disebut sebagai pemecatan.
Dampak dari pemutusan hubungan kerja biasanya membawa akibat beban kewajiban bagi perusahaan, karena perusahaan diwajibkan memberikan pesangon sesuai dengan peraturan pemerintah, terkecuali pemutusan hubungan kerja secara tidak hormat perusahaan tidak harus memberi pesangon kepada karyawan yang bersangkutan.[14]




BAB III

KESIMPULAN
1.    Pengertian personil kantor
Personil kantor adalah orang-orang atau karyawan mapun pegawai yang menjalankan serta melayani pekerjaan-pekerjaan dalam suatu organisasi atau kantor pemerintah maupun swasta untuk mencapai suatu tujuan tertentu, dengan mendapatkan imbalan jasa berupa gaji dan tunjangan. Seorang personil kantor harus memiliki kepribadian dan kemampuan kerja di bidang keahliannya.
2.    Macam-macam personil kantor
     Personil kantor meliputi, yaitu :
a.       Administrator
b.      Manajer
c.       Staf/ pegawai
3.    Tugas dan tanggung jawab personil kantor
1)      Top  Manager  (manajer umum,  administrator, kepala kantor,  dan sebagainya), tugas dan tanggungjawabnya antara lain :
g.      Menentukan  seluruh  perencanaan,  menerangkan  tujuan  yang akan dicapai, dan memberikan gambaran tentang kebutuhan dari kantor;
h.      Menempatkan  orang  yang  cakap  dalam  kedudukan  tertentu dengan memberikan upah yang layak sesuai dengan hasil kerja yang dicapai;
i.        Melaksanakan pengawasan, menyerahkan tanggungjawab, dan kekuasaan kepada bawahan;
j.        Memelihara dan mengembangkan organisasi secara tepat;
k.      Memelihara dan mengembangkan sistem manajemen yang tepat;
l.        Menguasai  dan  menghayati  tugas  pokok  dari  badan  usaha (organisasi).
2)      Middle    Manager    (manager,    kepala    direktorat,    kabag,    dan sebagainya), tugas dan tanggung jawabnya antara lain :
f.       Menterjemahkan tujuan dari kebijaksanaan menjadi rencana kerja serta mengamati apa rencana tersebut telah dilaksanakan;
g.      Melakukan pembagian tugas kepada tingkat atau jabatan yang paling bawah;
h.      Menentukan prosedur khusus bagi tiap-tiap tugas;
i.        Menentukan batas waktu bagi pelaksanaan pekerjaan; 
j.        Menentukan alat-alat pengawasan yang sesuai.
3)      Lower   Manager   (Kasubag,   Kasi,   Supervisor,   Mandor,   dan sebagainya), tugas dan tanggung jawabnya antara lain :
d.      Memimpin pelaksanaan kerja;
e.       Memberikan petunjuk, bimbingan dan pegendalian kerja secara terus-menerus kepada bawahannya;
f.       Sebagai perantara antara manajer puncak dengan para pekerja (worker).
4)      Worker (pekerja), tugas dan tanggung jawabnya antara lain :
c.       Bertanggung jawab langsung terhadap hasil dan mutu pekerjaan;
d.      Menjaga kualitas dari produk pekerjaan yang dihasilkan.
4.      Tahapan-tahapan pengadaan personil.
     Dalam pengadaan personil baru ada 5 tahapan, yaitu:
a.       Analisis kerja
b.      Perekrutan
c.       Seleksi
d.      Orientasi
e.       Penempatan
5.    Syarat-syarat personil kantor.
Pada dasarnya, ada beberapa persyaratan untuk seorang personil kantor, yaitu :
a.       Persyaratan pengetahuan yang biasanya masih diukur dari tingkat pendidikan calon pekerja.
b.      Persyaratan ketrampilan. Seorang personil kantor dinyatakan terampil bekerja apabila karyawan administrasi telah mampu dengan baik melaksanakan tugas-tugas pelayanan yang mencakup enam kegiatan yaitu menghimpun, mencatat, mengolah, menggandakan, mengirim dan menyimpan.
c.       Persyaratan kepribadian
Syarat kepribadian yang diperlukan oleh seorang personil kantor adalah sebagai berikut:
1)      Loyalitas yaitu kesetiaan terhadap perusahaan dan pekerjaannya
2)      Tekun dan rajin yaitu setiap melaksanakan pekerjaan selalu dikerjakan dengan sungguh-sungguh, cermat dan teliti.
3)      Kesabaran yaitu teliti, ulet dan tidak cepat putus asa dalam melaksanakan pekerjaan
4)      Kerapian yaitu setiap pekerjaan dilakukan dengan baik, rapid an tidak berantakan. Dapat pula diartikan sebagai rapi dalam berpakaian, santun dalam bersikap.
6.    Mutasi dan pemberhentian personil kantor.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mutasi adalah pemindahan karyawan dari jabatan ke jabatan lain. Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa mutasi merupakan proses pemindahan posisi/ jabatan/ tempat/ pekerjaan seorang karyawan, baik secara horizontal maupun secara vertikal dalam sebuah organisasi.







DAFTAR PUSTAKA


Ach.Mohyi,2012,  TeoridanPerilakuOrganisasi, Malang, UMM Press.

Badri Munir Sukoco 2007, Manajemen Administrasi Perkantoran Modern, Jakarta, PENERBIT ERLANGGA.

Ernie TisnawatiSule, Kurniawansaefullah,2005,  PengantarManajemen, Jakarta, Kencana.

Geoffrey dkk, 1991,  Manajemen Perkantoran Modern (Modern Office Management), 1991, Jakarta, Binarupa Aksara.

Moekijat,1997,   AdministrasiPerkantoran, Bandung, Mandar Maju.
Setiawati, Macam-macam Personil kantor,

Mulyani, Sri dkk.2008, “Modul memahami Prinsip-Prinsip Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran”,Jakarta: ERLANGGA.

T. Hani Handoko, 2014, Manajemen Personalia dan Sumber daya Manusia, Yogyakarta, BPFE-YOGYAKARTA.

Zacka Newtonsix, “Syarat-syarat personil kantor yang baik”, di akses dari http://ujiansma.com/syarat-syarat-personil-kantor-yang-baik, pada tanggal 7 maret 2018 pukul 20.05 WIB

Zacka Newstonix, Tugas dan Tanggung Jawab Personil Kantor, 2015,  http://ujiansma.com/tugas-dan-tanggung-jawab-personil-kantor diakses pada hari senin 5 Maret 2018 pukul 16.51 wib

Stiawati, 2014, Macam-macam Personil Kantor, http://setiawatisuci66.blogspot.co.id/2014/05/macam-macam-personil-kantor.html?m-1, diaksespada 8 maret 2018, pukul. 19:26


[1] Badri Munir Sukoco, Manajemen Administrasi Perkantoran Modern, 2007, Jakarta, PENERBIT ERLANGGA. Hlm. 165.
[2]Ach.Mohyi, TeoridanPerilakuOrganisasi, UMMPress, Malang, 2012, hal. 1
[3]Moekijat,  AdministrasiPerkantoran, MandarMaju, Bandung, 1997, hal. 3
[4]Setiawati, Macam-macam Personil kantor, http://setiawatisuci66.blogspot.co.id/2014/05/macam-macam-personil-kantor.html?m-1, diaksespada 8 maret 2018, pukul. 19:26
[5] Ernie TisnawatiSule, Kurniawansaefullah, PengantarManajemen, Kencana, Jakarta, 2005, hal.18
[6]Sutarto,  Dasar-DasarOrganisasi, GadjahMada University Press, Yogyakarta, 1993, hal.204
[7]Zaka Newstonix, Tugas dan Tanggung Jawab Personil Kantor, 2015,  http://ujiansma.com/tugas-dan-tanggung-jawab-personil-kantor diakses pada hari senin 5 Maret 2018 pukul 16.51 wib
[8] Geoffrey dkk, Manajemen Perkantoran Modern (Modern Office Management), 1991, Jakarta, Binarupa Aksara. Hlm. 421.
[9] Ibid.
[10] T. Hani Handoko, Manajemen Personalia dan Sumber daya Manusia, 2014, Yogyakarta, BPFE-YOGYAKARTA. Hlm. 88
[11] Ibid. hlm. 103
[12] Zacka Newtonsix, “Syarat-syarat personil kantor yang baik”, di akses dari http://ujiansma.com/syarat-syarat-personil-kantor-yang-baik, pada tanggal 7 maret 2018 pukul 20.05 WIB
[13]Mulyani, Sri dkk. Modul memahami Prinsip-Prinsip Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran. (Jakarta: ERLANGGA,2008). hal: 83-86
[14]Ibid. Hal 87-89

Popular posts from this blog

Impian-2

Manajemen Keuangan Generasi Milenial

Proses Terbaik untukmu